Minggu, 22 November 2015

wisata pantai tengket maneron madura (my trip my adventure)

post by :@LqHusnYNWA

Disadari atau tidak, pantai Maneron di pesisir barat perairan Selat Madura memang menawarkan keelokan estetika alam yang amat mempesona. Pantai ini berada di lingkup alam pegunungan di Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bentuk pantainya yang melengkung sepanjang 1 km lebih menggelar hamparan pasir putih, halus, padat dan bersih kemilau. Bahkan, karena pantainya menghadap ke ufuk barat, maka di tempat ini pun pelancong dapat menikmati ajaibnya perjalanan alam sunset. 

Tidak hanya itu, hamparan pantai Maneron yang menjorok landai ke arah perairan Selat Madura, juga memiliki kandungan air laut amat jernih yang senantiasa menyapa pelancong dengan buaian keramahan gemulungnya ombak. Suasana semacam ini akan menggoda siapa saja untuk mandi dan bercengkerama dengan ombak yang tidak pernah marah atau minta korban.

Lebih asyik lagi, karena mata dimanja dengan kehijauan hamparan hutan khas pantainya. Dari tempat ini, pelancong dapat pula menyaksikan lidah api yang menjilat-jilat ke langit di tengah laut. Lidah api muncrat dari sebuah cerobong eksploitasi pengeboran minyak lepas pantai milik perusahaan asing Kodeco.

Bisa Jadi Andalan
Pantai Maneron yang diceritakan ini merupakan sajian alamiah apa adanya dan belum ada tata riasnya. Pantai yang elok ini memang nyaris belum tersentuh rekayasa tangan manusia, seperti di kawasan wisata yang sudah berkembang. Akibatnya, kehadiran pantai Maneron yang masih bagaikan "perawan" desa hingga saat ini belum mampu menarik perhatian banyak orang.

"Jujur saja, sejauh ini, potensi kepariwisataan alam Maneron ini belum dilirik oleh Pemda Kab Bangkalan. Andaikata pantai ini dikemas menjadi sebuah industri pariwisata, paling tidak dipoles dengan pengadaan beberapa fasilitas bernuansa pariwisata, bukan tak mungkin suatu saat nanti Maneron menjadi tujuan wisata andalan Bangkalan," komentar Direktur Madura Consultant, Ir H Mog Yasin Marsely, ketika melongok pantai itu.

Menurut Moh Yasin, sentuhan fasilitas awal bagi Maneron untuk sementara waktu tak usah muluk-muluk. Langkah awalnya, Pemda Kab Bangkalan perlu membebaskan lahan penduduk untuk membuat prasarana jalan masuk ke lokasi tersebut. Ini penting, karena tanpa itu, mustahil Maneron bisa dikembangkan sebagai obyek wisata daerah.

Pendapatnya itu didasari kenyataan bahwa pantai Maneron memang tidak seperti pantai Pasir Putih di Situbondo, pantai Tanjung Kodok di Lamongan, pantai Popoh di Tulungagung atau pantai Sanur dan Kuta di Bali, yang semuanya terletak di pinggir jalan protokol.

Pantai Maneron sendiri cukup jauh dari jalan protokol jurusan Kecamatan Sepulu - Kecamatan Bangkalan Kota. Loksi pantai ini masih dikelilingi hamparan persawahan. "Saya perkirakan, jika dibuat jalan aspal selebar 4 x 700 m biayanya tidak lebih dari Rp 350- Rp 400 juta. Itu sudah termasuk biaya pembebasan lahan," ujar Moh Yasin, yang juga Dirut PT Soka Abadi, sebuah perusahaan pengembang (real estate).

Disarankannya, selain jalan masuk, di seputar lokasi pantai Maneron diperlukan pengadaan beberapa sarana dan prasarana lain. Di antaranya lahan parkir, jembatan untuk menyeberangi sungai kecil menjelang masuk loki pantai, kios cinderamata, tempat bilas, 4 hingga 5 saung atau tempat berteduh, musholla, dan kios-kios untuk makan dan minum. Perlu dilengkapi dengan fasilitas permainan untuk anak-anak seperti ayunan, luncuran, patung kuda-kudaan atau dremulen mini.
"Saya kira, dengan sederet fasilitas sederhana tersebut, Maneron sudah bisa dijual. Jadi untuk sementara tak usah yang muluk-muluk, seperti hotel, cottage, restoran berstandar internasional dan segala macamnya," tambah Moh Yasin. Menurut dia, untuk membangun fasiltias awal tersebut, paling-paling dibutuhkan dana dari APBD sekitar Rp 1,5 miliar. Dana itu dipandangnya cukup memadai, kalau benar-benar digunakan untuk membangun fasilitas itu dan tidak ada koruipsinya. "Kalau sebagian dana dicolong, ya dana sebesar itu tidak akan cukup," tambahnya.





















































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar